Mengakses Microsoft Exchange 2010 MAPI dari Linux

Saat ini interopabilitas antara Linux dengan Windows sudah cukup mumpuni, hampir tidak ada kendala berarti. Namun apabila kita sebagai pengguna Linux harus berada di lingkungan penggunaan Windows yang “Full Feature” dimana penggunaan Windows bukan sekedar pakai melainkan telah benar-benar di optimalisasi, ini bisa bikin kita sakit kepala.

Contoh kasus paling mendasar adalah penggunaan email kantor, banyak perusahaan menggunakan Microsoft Exchange. Sebenarnya klo versi yang dipake adalah Microsoft Exchange 2007 kebawah masih cingcaylah, pake Evolution, setting dikit beres. Nah klo yang dipakenya Microsoft Exchange 2010 semua fasilitas POP3, IMAP dll dimatiin, dan yang di idupin cuma MAPI doang? Selamat garuk-garuk kepala deh 😀

Microsoft Exchangenya diganti pake Zimbra? Klo kita yang punya kebijakan beda cerita pastinya. Tapi klo kita cuma karyawan kroco, ini solusi yang mengada-ada, how can we change company rule? emangnya perusahaan punya moyang sendiri 😛

Masa cuman gara-gara hal sepele kita mesti resign nyari kantor yang pakenya Zimbra? Mangnya gampang nyari kerjaan sekarang ini? Cepek Deh =))

Jangan patah semangat dulu, sedikit improv dari apa yang orang tua dulu bilang “Banyak Jalan Menuju Roma“, ane punya pemeo baru “Selalu Ada Jalan Tikus Menuju Roma” ups…. kekeke….

Solusi yang ane pake adalah menggunakan Thunderbird, kenapa ga pake Evolution yang bawaan Ubuntu atau turunannya seperti BlankOn? Suka-suka dong, kekeke….  ane kan bukan pengguna Ubuntu atawa BlankOn, lagipula pake Linux apa aja ga masalah it’s about choice, berbeda-beda namun satu jua, “Bhineka Tunggal Kernel” kekeke. But, don’t worry, buat pengguna Ubuntu atawa turunannya ga usah khawatir, tinggal apt-get aja Thunderbirdnya.

Tools yang dibutuhkan selain Thunderbird adalah Davmail Gateway. Bisa di unduh di http://davmail.sourceforge.net/ . Klo perusahaan kita juga memanfaatkan sistem kalender di Microsoft Exchange, download juga plugin Thunderbird, Lightning. Setelah kita punya semua yang dibutuhkan dan udah bisa dijalankan, tinggal konfigurasi deh.

Ada dua cara, caranya yang pertama dijamin ok punya, cuman masalahnya mesti punya server linux nganggur, jadi email dari Microsoft Exchangenya di tarik dulu ke server Davmail abis tu baru didistribusikan ke desktop klien. Efektif kalo cukup banyak komputer yang pake Linuxnya, klo cuman satu atau dua mubazir deh keknya, jadi kita lewat cara yang pertama.

Cara kedua adalah mengaktifkan Davmail di desktop klien. Jalankan Davmail yang telah di download tadi, bisa dijadikan Autorun atau cuman dipake pada saat butuh aja.

Konfigurasi Davmail:

  1. Main -> Gateway:
    Masukkan alamat OWA dari Microsoft Exchange yang digunakan perusahaan kita
    Cukup centang port yang akan kita gunakan saja untuk memperkecil request. Klo kita cukup membutuhkan email masuk, email keluar dan kalender saja, kita bisa Centang Local POP port (jangan masukkan default port POP3 (110), ane pake port 1110), Centang juga Local SMTP dan Centang CalDav HTTP port.
  2. Advance:
    Optional, kecuali semua fitur di blok dan cuma disediakan MAPI, Enable EWS wajib dicentang.

Konfigurasi Thunderbird:

Untuk thunderbird kurang lebih aja dengan konfigurasi mail POP3 selama ini. yang membedakannya adalah, untuk alamat POP3 servernya adalah localhost dan portnya adalah port yang kita masukkan di Davmail, klo contoh ane diatas pakenya adalah 1110. sama juga dengan SMTP servernya. Usernamenya ditulis lengkap ([email protected]). Gampang kan? nah tinggal gmn caranya biar Thunderbird yang kita punya bisa narik kalender yang ada di Microsoft Exchange deh.

Konfigurasi Lightning:

Klik Calendar di Thunderbird, klik File -> New -> Calendar. Pilih yang On The Network, kemudian pilih Caldav. Karena pada saat konfigurasi Davmail ane settingnya port untuk Caldavnya adalah 1080, maka alamat kalender http://localhost:[email protected]/calendar klo portnya berbeda tinggal disesuain aja.

Gampang kan? Selamat menggunakan Microsoft Exchange di Linux!!!

A. Hardiena

Teknoblogger, Linux Addict yang juga Pengembang Linux Zencafe, meraih penghargaan dibidang open source oleh Menkominfo M. Nuh dan Menristek Kusmayanto Kadiman. Saat ini berlabuh disalah satu perusahaan media terbesar Indonesia, VIVA.co.id. Hobi wisata kuliner dengan beberapa aktivitas seperti Koordinator IGOS Center, Koordinator Pokja Asosiasi Open Source Indonesia, Pembina Asosiasi Warnet Linux & Open Source Indonesia dan KPLI Bekasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *