Berat Sebelah dan tidak Netral!

Beberapa hari yang lalu seorang “teman” mengkritik saya. mas Anjar, kadang saya suka masuk ke blog mas , isinya bagus kok, tapi kok klo saya perhatikan tulisannya berat sebelah dan seolah-olah memojokkan produk tertentu?

Sebenarnya sih ini pertanyaan biasa, waktu itu saya juga menjawabnya dengan jawaban biasa dan saya yakin “teman” yang menanyakan hal ini tidak ada niat apa-apa.

Saya coba merenungi kata “berat sebelah” ini dan mencoba menelusuri benarkah saya berat sebelah, bisakah saya benar-benar netral dalam setiap huruf yang saya ketik?

Saya buka Dictionary.com, saya lihat arti dari kata netral/neutral ini, dan salah satu arti yang cukup mengena dengan topik ini adalah “not aligned with or supporting any side or position in a controversy: The arbitrator was absolutely neutral. Interesting!

Tidak berpihak! inti dari kamus tersebut adalah tidak berpihak, kata yang sering kita ucapkan namun dibalik itu, kata ini adalah kata sakral yang sangat sulit untuk dilaksanakan.

Kita dibawa untuk tidak membawa emosi dan tidak membawa atribut lainnya, dengan kata lain, untuk bisa berkata “saya netral!” kita harus benar-benar melepaskan semuanya. Mungkinkah? karena biar bagaimanapun background yang menjadi dasar pemikiran kita adalah diri kita sendiri, hampir bisa dipastikan sedikit banyak, cara berpikir, gaya berpikir, sudut pandang dan basic kita lainnya yang kita miliki ikut ambil bagian.

Ambil contoh media seperti koran, adakah koran yang netral? menurut pandangan saya, tidak ada koran yang benar-benar netral yang ada adalah koran yang berusaha untuk netral. Karena biar bagaimanapun sedikit banyak apa yang ada di pikiran wartawan pada saat menulis, apa yang ada dipikiran redaktur pada saat memilih untuk menerbitkan atau tidak, dan banyak hal lagi turut mempengaruhi kenetralan tulisan yang muncul di koran tersebut. Selain itu faktor eksternal pun secara tidak langsung juga turut mempengaruhi. Pembaca, Environment, Pemerintah, dan banyak hal eksternal lainnya pun sedikit banyak akan mempengaruhi kenetralan ini. Saya pribadi akan lebih senang membaca/melihat sesuatu yang menurut saya menarik (kembali lagi kenetralan sebuah tulisan terusik, walaupun dalam kasus ini adalah ketidaknetralan terjadi pada saat informasi tersebut masuk kedalam otak saya, bukan pada saat tulisan itu diterbitkan oleh sang penulis)

Kembali ke target dari pertanyaan ini, yaitu saya pribadi. Bisakah saya menulis blog dengan netral? Saya pribadi berdasarkan basic saya akan saya jawab “saya bisa” dan saya akan berusaha untuk bisa netral. Namun apakah hasil tulisan akhir saya “benar-benar netral”? Tergantung, tergantung dari bagaimana anda menyikapinya, cara berpikir anda, gaya berpikir anda, sudut pandang anda dan segala basic yang mempengaruhi diri anda. Karena biar bagaimanapun (kembali lagi dari sudut pandang saya) tidak ada pemikiran yang benar-benar netral, and that happened to me too. Neutral is OK, but 100% Neutral is impossible.

That’s my argument, that’s my opinion. Bagaimana dengan anda? punya pemikiran lain? tentu dong, karena secara individu anda adalah diri anda bukan saya, jadi apa salahnya untuk berat sebelah dan tidak netral, selama kita berusaha untuk senetral mungkin?

Tulisan ini dibuat untuk senetral mungkin dan tidak berat sebelah, dan mudah-mudahan memang seperti itu. Allahualam.

2 thoughts on “Berat Sebelah dan tidak Netral!

  1. A. Hardiena Balas

    Pak, saya yakin anda juga akan membaca posting ini, atau saya cuma terlalu yakin? Maaf pak, tidak ada maksud untuk apa-apa dengan tulisan ini, tidak ada dan tidak pernah. Saya cuma tergelitik dengan pertanyaan bapak dan tidak ada maksud lain.

    Anyway, ini cuma obrolan ringan kok, tapi kok klo saya telusurin lagi beneran apa ngga tulisan ini netral, kok jadi keliatan klo tulisan inipun sebenarnya tidak netral karena seolah-olah saya berargumentasi untuk membenarkan pendapat saya (benerkan keliatan jadi ga netral tulisannya? kekkeke). Ah pusing saya, whatever lah, yang jelas seperti saya katakan ditulisan ini, bahwa tulisan ini saya buat senetral mungkin.

    Mohon maaf klo memang tidak senetral yang diharapkan.

  2. sa Balas

    garis batas antara netral dan tidak punya pendapat itu tifis yo.. 🙂
    klo netral tdk py rasa, sy akan memilih utk tdk netral. sy penyuka manis soalnya. 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *