Teori “Intelligent Design” gusur teori Darwin

Sudah pasti banyak yang mengenal Darwin dengan teori evolusinya yang bahkan sampai saat ini masih dipelajari dibangku bangku sekolah di seluruh dunia bahkan di Indonesia. Namun tampaknya teori ini sebentar lagi bakalan benar-benar ditinggalkan. Karena berdasarkan jajak pendapat yang pernah dilakukan oleh BBC dalam acara Horizon terungkap lebih dari separuh audience (sekitar 2000 audience) menyatakan bahwa teori Darwin ini bukanlah teori terbaik. Diantara sekian banyak teori yang turut dijadikan referensi, salah satunya adalah teori Intelligent Design yang meraih dukungan sekitar 40% dari audience yang hadir pada saat itu.

Apa sih sebenarnya teori Intelligent Design ini? Intelligent Design atau Perancangan Cerdas (bahasa Indonesia) adalah teori yang mengetengahkan bahwa kehidupan di bumi, dan alam semesta secara umum, memperlihatkan sedemikian banyak keteraturan, kegunaan dan perancangan sehingga sudah pasti harus ada sang perancang di balik kemunculannya.

Bagian terpenting dari teori Perancangan Cerdas adalah “desain atau rancangan” serta gagasan bahwa jagat raya dan makhluk hidup pastilah didesain atau dirancang, dengan cara atau proses apa pun dan tidak mungkin ada dengan sendirinya tanpa disengaja.

Hal ini bertentangan dengan teori Darwin yang mengemukakan bahwa mahluk hidup berevolusi dari mahluk hidup sebelumnya bla….bla….bla…., tentunya anda tau gimana kira-kira isinya 😉

Mangnya kita monyet ????????

3 thoughts on “Teori “Intelligent Design” gusur teori Darwin

  1. Bregas Balas

    Hidup ini pilihan. Kita dihadapkan dua fakta yang ada :
    1. Dokumentasi (baca:Kitab Suci)
    2. Penemuan Ilmiah

    Sebagian orang tentu akan melakukan resistensi terhadap teori yang menyebutkan bahwa hirarki kehidupan manusia diawali oleh sebuah spesies primata. Apalagi kelompok tsb. mempunyai latar belakang religius yang kuat, karena di dalam ‘dokumentasi suci’ tidak menyebutkan hal seperti itu.

    Lalu bagaimana dgn penemuan ilmiah yang semakin berkembang sekarang ini.

    ‘Rantai yang hilang’ sampai saat inipun belum ditemukan.

    Sehingga antara pengetahuan ilmiah dan ‘dokumentasi suci’ masih belum bisa diselaraskan.

    Saya sempat mengikuti tayangan ilmu pengetahuan di TV, disitu disebutkan bahwa ada beberapa kode genetik pada manusia juga terdapat pada hewan.
    Mungkin itu penyebabnya, kenapa tikus sering dijadikan bahan percobaan. 🙂

  2. Yusuf KS Balas

    Tulisan yang bagus sekali!!!
    Perlu disebarkan neh teroi intelligent design ini 🙂

    Btw, kasian banget yaa anak sekolah di negeri kita yang masih diajarin teori darwin, padahal teori itu udah lawas dan banyak dibantah baik secara ilmu diin maupun ilmu dunia. Apalagi ternyata sudah ada teori intelligent design ini yang menggusur teori darwin!!! Wah..kapan yaa..teori ini menggantikan teori darwin yang diajarkan di sekolah-sekolah negeri ini.

  3. reksalum Balas

    Satu-satunya alasan mengapa komunitas Science menolak intelligent design adalah karena:
    “Tidak ada satupun percobaan ataupun argumen ilmiah (mengikuti metode ilmiah/scientific method) yang mendukung teori Intelligent design yang pernah dipublikasikan.”

    Contohnya saja, teori Gravitasi, teori relativitas umum, dan teori-teori terkenal dalam ilmu pengetahuan lainnya, itu semuanya didasarkan pada hasil percobaan, argumen, dan debat berkepanjangan dari para ilmuwan. Nah, biasanya semua itu dipublikasikan di jurnal-jurnal ilmiah yang notabane akan dibaca oleh ilmuwan lainnya, sehingga akan di peer review dan bisa diuji kebenarannya.

    Tidak seperti teori Intelligent design, tidak ada satupun jurnal ilmiah yang pernah diterbitkan oleh para pendukung ID ini. Alih-alih yang ada cuma publikasi buku bacaan yang berisi bantahan basi yang berulang-ulang dan kalimat-kalimat misleading serta tidak sesuai dengan metode ilmiah dan penuh logical fallacy. Contohnya : buku Harun Yahya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *