Open Source adalah alternatif? No, Open Source adalah pilihan utama!

Menarik sekali apa yang dikatakan oleh Pak Rusmanto Bapak Linux Indonesia pada sesi Talkshow “Free/Open Source Software Sebagai Solusi Dalam Mengatasi Penggunaan Software Ilegal” di IGOS Summit 2 yang diadakan pada tanggal 27-28 Mei 2008 di JaCC kemarin. Beliau mengatakan “Open Source bukan lah alternatif melainkan pilihan utama”. Ane menyadari bagi temen-temen pengguna open source saat ini perangkat lunak ini bukan lagi sebagai alternatif, Open Source dan aplikasinya adalah perangkat lunak utama yang digunakan untuk komputernya. Ane sendiri melihat Open Source saat ini bukan lagi sebagai perangkat lunak yang masih dipandang sebelah mata, disadari maupun tanpa disadari open source telah menguasai banyak bidang. Contoh nyata adalah Google!

Siapa yang tidak kenal Google! Sebuah search engine terbesar di dunia, siapa yang tidak pernah menggunakan search engine ini? Se antipati-antipati nya para anti open source tetap saja mereka menggunakan search engine yang menggunakan open source sebagai pondasinya ini.

Produk open source apa sih yang belum ada saat ini? Sebagian besar aplikasi yang dibutuhkan saat ini sudah ada pilihan open sourcenya.

Dengan perkembangannya yang pesat dan semakin sedikitnya sela aplikasi yang belum tercover seperti saat ini pemanfaatan Open Source sebagai alternatif saat ini sudah tidak relevan lagi, dukungan hardware sudah semakin baik, baru-baru ini Via Technology pun mulai mendukung produk open source seperti Linux, bahkan kini kita dapat menjumpai driver berbasis Linux untuk produk Sis. Di Indonesia pun hal ini tidak kalah menarik, masih hangat nota kesepahaman yang ditandatangani beberapa komunitas open source dengan produk seperti Mugen dan A-note selain dukungan dari perusahaan besar seperti IBM, Sun Microsystems dan Redhat.

So, apabila anda menganggap Open Source masih sebagai alternatif, bersiap-siaplah untuk tertinggal di dunia Teknologi Informasi Indonesia. Agar tidak tertinggal sudah saatnya anda melihat Open Source sebagai pilihan utama, dan hanya menggunakan proprietary apabila sudah tidak ada pilihan lagi!

20 thoughts on “Open Source adalah alternatif? No, Open Source adalah pilihan utama!

  1. denic wibowo Balas

    Setuju sekali… !!!
    Di kantor saya justru pegawai merasa gagap bila berhadapan dengan “wedus”, sebaliknya mereka lebih nyaman bekerja dengan linux (soalnya udah rasa selama 7 tahun dengan nyaman). Saya jamin kalau aplikasi yang saya sebutkan sebelumnya udah musnah di muka bumi, Insya Allah tidak ada alasan bagi pemerintah untuk pakai wedus. Semua bisa dilakukan di dunia opensource. Dan lebih menyenangkan lagi kantorku bebas dari virus dan wedus. hahahaha….

    salam,
    denic wibowo
    staf Depkeu RI

  2. Robby Balas

    Setuju Banget

    Insya allah dalam waktu dekat saya akan total migrasi ke Linux karena semua sudah terpenuhi oleh Linux

    lagi bingung aja nyari distro yang tepat buat nemenin Zenwalk

  3. segmentfault Balas

    Yaa zencafe temennya yaa bersahabat 🙂

  4. acmal Balas

    yap, nanti udah kedesak baru lari ke Win 😉

  5. wildan Balas

    Saya dan teman-teman juga berjuang agar bisa memasyarakatkan opensource, khususnya di level OS (Linux)..
    Sampai kapan negara kita ini membeli produk yang sebenarnya tidak sebagus yang dibicarakan, virus lagi virus lagi..:)
    Semoga apa yang kita lakukan bersama bisa membawa bangsa ini bergerak ke arah yang lebih baik, bisa terlepas dari ketergantungan, bisa menjadi bangsa yang mandiri, antara lain di bidang IT.. amin..
    GO IGOS!!

  6. Pradna P Balas

    Lho,eh, iya ding ada windows juga.
    Selama ini kerjaannya cuma mbantu mbikinin warnet buat orang lain.
    Sejak kenal linux, jadi kenal PHP, MySql,Perl (serius,jangan ketawa!).
    Trus jadi sibuk belajar tersebut diatas.
    Jadi lupa kalo ada yang namanya windows juga,ya.Hmm,hmm…
    Untung ada tulisan ini.

  7. mr-nux Balas

    hiks hiks… (haru)
    semoga sinar terang di ufuk sana akan terus beranjak dan beranjak menerangi belantika IT Indonesia…

    ayo ah tambah semangat

  8. Seta Basri Balas

    Salam kenal Pak Anjar. Saya juga lagi coba Zenwalk plus Zencafe. Selama ini baru familiar sama Fedora dan Ubuntu. Update repository hpijs bagaimana ya, buat Zenwalk 5.0 ?

  9. A. Hardiena Balas

    salam kenal juga pak Seta, wuaah kmarin ke Sandikta blom sempet ketemu dengan bos linux kita yg satu ini. Klo pake Zenwalk bisa gunakan Netpkg (Menu > Sytem > Netpkg) untuk Zencafe 1.4, program netpkgny ada sedikit bugs, harus di patch dulu dengan menginstall netpkg zencafe terbaru dari [sini]

  10. kiky Balas

    hwaa om anjar.. klo mau ke sandikta lagi bilang2 dung om.. mo ikutan banget ni,, ni qq de javu, hehe

  11. A. Hardiena Balas

    @kiky, tgl 22 ini ada pertemuan antara KPLI Bekasi dengan SMK Sandikta dari jam 2 siang sampe selesai, atau klo ga sempet ikutan nimbrung aja pas tanggal 5 Juli nanti pas acara seminar & workshop yg diadakan KPLI Bekasi & KLS.

  12. kiky Balas

    dimana om tempatnya??o ya waktunya dari jam brapa mpe jam brapa yak?

  13. A. Hardiena Balas

    @kiki, besok sabtu tanggal 5 jangan lupa ya, acaranya dari pagi sampe sore, dateng ya ke sandikta 😉

  14. gokimhock Balas

    tuh patch netpkg udah di download. trus menjalankannya gimana?

  15. A. Hardiena Balas

    @gokimhock, tinggal klik kanan install aja om 😉

  16. al's Balas

    salam kenal mas anjar

    tolong ajarin dong…bagimana nambahin program di zencafe 1.4, trus gimana menggunakan repositorynya?

  17. fin Balas

    Saya juga bingung nginstall patchnya, ternyata cuman klik kanan terus install :D. di ZC semua format tgz bisa diinstall pake cara itu Pak?

  18. A. Hardiena Balas

    @als & @fin, cara nambahin aplikasi di zc sebenernya cukup mudah, download file yang di perlukan dari repository zenwalk dan di klik kanan file yg sudah di download pilih install. semua paket zc bisa di install dengan cara tersebut atau bisa menggunakan aplikasi netpkg nya zc.

  19. eddy Balas

    om gmn caranya install flashplayer 9 di zencafe 1.4?
    convert .rpm ke .tgz udah jd tp koq diinstall pake installpkg koq ga sukses
    Nyari versi .tgz kog susah bgt ya?
    Tolong pencerahannya … trims

  20. Ratri Galuh Balas

    mungkin penggunaan Linux yang masih lbih rumit dibandingkan windows jadi kendalanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *