Branding your Internet Cafe Business

Sebagai pengusaha warnet, kadangkala kita tidak terlalu berpikir panjang tentang promosi dan branding. Yang penting pelanggan dateng, komputer terisi semua, setoran cukup itu sudah sebuah kepuasan buat kita selaku pengusaha. Namun benarkah demikian?

Di setiap seminar, ataupun ketemu dengan temen-temen warnet (khususnya warnet2 Linux) ane selalu menekankan bahwa bisnis warnet bukanlah bisnis sistem operasi, bisnis warnet adalah bisnis jasa, mau pake OS windos kek, OS linux kek atau OS macintosh sekalipun selama mindset kita blum beranggapan bahwa bisnis warnet adalah bisnis jasa akan cukup sulit. Bisnis jasa adalah bisnis yang mengedepankan pelayanan. Bisnis yang mengedepankan tentang bagaimana kita memberikan pelayanan maksimal terhadap pelanggan kita, walaupun mungkin kadangkala bagi sebagian pengusaha warnet akan lebih mudah klo OS yang digunakan adalah OS yang sudah biasa digunakan oleh user karena ada 1 poin yg tidak perlu kita pikirkan yaitu OS tadi.

Branding atau pencitraan adalah salah satu hal penting dalam menjual jasa. Walaupun secara umum branding bersifat intangible (tidak terlihat, tidak dapat dihitung) namun pada dasarnya branding memiliki posisi penting dalam mempertahankan dan meningkatkan pendapatan warnet. Branding bukanlah sesuatu yang muncul tiba2, branding adalah sesuatu yang harus kita bangun. Untuk kasus warnet yang menggunakan Linux, branding apa sih yang harus kita ciptakan?

Kita bisa memanfaatkan nature nya sistem operasi Linux ini untuk menciptakan branding warnet yang kita kelola, namun kita bisa pula menciptakan branding baru. Secara umum kelebihan sistem operasi Linux yang bersinggungan langsung dengan pengguna adalah sistem operasi yang lebih resistan terhadap serangan virus. Kita bisa menciptakan branding dengan memanfaatkan nature nya sistem operasi ini, bisa saja kita branding warnet kita sebagai warnet yg aman dari virus sehingga user tidak perlu khawatir pada saat mencolokkan flashdisk mereka di warnet kita misalnya…. atau kita bisa ciptakan sebuah branding bahwa warnet kita adalah satu satunya warnet yang nyaman browsing internet tanpa gangguan spyware misalnya. Intinya banyak branding yg bisa kita ciptakan tentang warnet kita, tinggal bagaimana kreatifitas dan tentunya kapasitas yang kita miliki dalam hal menciptakan branding ini.

Nah, lalu bagaimana dengan kasus misalnya di sekitar warnet kita sudah berjamur warnet Linux (ini terjadi di beberapa kota, tidak perlu ane sebutkan kotanya namun memang kenyataannya ada beberapa kota yang memang kondisinya seperti ini) otomatis kelebihan ini sudah tidak relevan, karena semua warnet sudah tentu menjual kelebihan bahwa warnetnya bebas virus sebagai branding warnetnya. Apabila ini yang terjadi, anda bisa menciptakan brand baru, bisa saja anda buat image warnet ente adalah warnet terbersih di kota ente, atau brand image apalah yang menurut ente bisa ente jual dan jadikan sebuah nilai lebih keunggulan warnet anda dibandingkan pesaing.

Seberapa perlu branding dilakukan?
Klo bicara seberapa perlu, harus kita kembalikan kediri masing2. Seperti ane katakan di awal tadi, branding bersifat intangible, bersifat tidak dapat dihitung (walaupun apabila kita mau telusuri secara detil, hampir semua hal bisa dihitung, termasuk masalah branding ini). Yang jelas, branding adalah salah satu efek positif dari perpaduan marketing dan pelayanan yang baik. Dengan semakin positif penilaian user terhadap branding warnet kita tentunya akan semakin meningkatkan pendapatan yang kita dapatkan.

So, sistem operasi apapun yang ada gunakan, selama ente mampu menciptakan citra/branding yang kuat InsyaAllah warnet ente tidak akan khawatir kekurangan pelanggan. Atau memang pada dasarnya ketidakmampuan ente menciptakan branding yang baik sehingga pada akhirnya ente menyalahkan sistem operasi yang warnet ente gunakan sebagai kambing hitam? sangat disayang kan…

10 thoughts on “Branding your Internet Cafe Business

  1. Delly Balas

    “OS yang sudah biasa digunakan oleh user karena ada 1 poin yg tidak perlu kita pikirkan yaitu OS tadi.” <– memang tidak perlu dipikirkan, dengan catatan : kalau OS yang biasa digunakan oleh user adalah Linux, tapi kalau yang biasa digunakan oleh user adalah OS mahal? pasti terpikir juga biaya pembelian lisensi 😀
    belum lagi kalau dibahas mengenai tingkat ketahanannya, dikemudian hari akankah memerlukan maintenance berkala dengan skala waktu lebih cepat, dsb…
    😀

  2. A. Hardiena Balas

    Maksudnya poin yg tidak perlu di pikirkan disini lebih ke masalah ketidakpercayaan diri pengusaha warnet om. klo dibilang user friendly, seberapa user friendly yang dibutuhkan user seh? intinya orang ke warnet kan ingin browsing, buka email, buka facebook, dll yg bisa dikatakan pake os apapun bisa dilakukan.

    Kasus yang mecolok adalah soal game (walau pada prakteknya memang blom banyak warnet linux yg memproklamirkan diri sebagai gamecenter) sebenernya klo dibilang Linux ga punya game itu salah besar, game di Linux banyak dan bagus2, perbandingan aja Counter-Strike dengan Urban Terror menurut ane justru jauh lebih bagus Urban Terror.

    Nah permasalahannya adalah user sudah terbiasa dengan game2 “korea” yg biasanya windos only dan si pengusaha gak PD untuk menjual game “baru” yang belum biasa digunakan pelanggannya, padahal klo kita meliat apa yg ane sampaikan di artikel tadi, apapun yg os bahkan aplikasi/game yg jadi fasilitas warnet kita, selama kita bisa think creative tentang bagaimana menjual jasa ane rasa ga ada masalah.

    Klo soal maintenance jangka panjang dan lain sebagainya, ane rasa kita sama2 tau lah OS apa yang paling nyaman 😉

  3. acmal Balas

    emang om, mesti percaya diri (+ siap2 capek belajar) kalo pake linux :))

    tinggal milih, capek belajar ato capek maintenance? :))

    @bgung,
    sudah ada xchat pake mirc lagi? capede :))
    hati2 loh pake wine, sudah terbukti bisa nularin virus :))

  4. bgung_dS Balas

    @acmal: he he he…

  5. Rudy Hartono Balas

    sangat disayangkan Google Chrome belum ada versi native nya 🙁
    padahal browser pendatang baru ini mulai menggeser posisi opera menjadi jawara browser setelah mozilla tentunya 🙂

  6. Pradna Balas

    branding di tptq : “internet lebih cepat”

    karna emang,dibanding OS mahal, sepertinya akses di linux lebih cepat (padahal speed-nya sama)

    apalagi kl Chrome dah tersedia buat linux 🙂

  7. maydina Balas

    Kalopun berjamur internet cafe dengan linux di tempat warnet linux yang kita dirikan, tetep aja branding/identitas warnet kita akan tetep bisa eksis jika memiliki keunikan tersendiri baik itu dari segi pelayanan, etc. Misal warnetnya dipadukan dengan warkop..n suasananya dibuat cozy…tentu akan berbeda nila/value addednya dengan yang lain…Selain itu positioning dari warnet yang kita buat juga turut mempengaruhi ke-eksis-an warnet kita..jadi jangan takut bersaing jika branding n positioningnya kuat..tentu saja ditunjang dengan komunikasi pemasaran yang efektif (mas anjar pasti dah tahu..dikau kan ahlinya..dah praktek kan hehehe)

  8. andika Balas

    Menurut saya sebuah usaha adalah hasil buah pikir dan kreasi serta pengalaman dari seseorang, seorang pengusaha harus siap untuk untung dan rugi, dan kedua hal itu dapat kita lihat dengan lebih tau apa yg konsumen inginkan. harga dan letak warnet itu bukan tolok ukur maju&mundurnya warnet. yg hrs dipikirkan adalah kenyamanan didalam warnet agar pengunjung betah dan puas. sebenarnya membangun warnet itu ada berbagai macam alasan dan tujuan, sehingga dalam pelaksanaannya pengusaha warnet, jujur saya dari kecil terbiasa dengan komputer dari pentium 2 sampe skrg, dan sejak SMA saya sudah mempunyai banyak pekerjaan sambilan sebagai teknisi komputer yang akhirnya menjadikan tambahan pengalaman hingga saat ini. dan akhirnya dengan segala pengalaman serta sedikit modal akhirnya saya membangun usaha warnet dirumah, yang kesemuanya buah hasil dari pengalaman yg saya dapatkan.

  9. andika Balas

    google chrome tu masih kalah sama opera 10

  10. warnetgea Balas

    salam dari tahun 2019, bisnis warnet sekarang mah ngeri-ngeri sedap, apalagi sekarang ini sudah banyak hp andorid murah nan canggih, yang bisa memainkan game2 yang gak kalah juga dengan game pc, browsing pun makin mudah dihp apalagi paketan data inet semakin murah, solusinya warnet kudu bisa trasformasi menjadi warfi/warung wifi yang melayani penjualan voucher wifi untuk hp2 itu.
    salam semoga usaha kita lancar selalu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *