Desain Grafis pake Open Source (Gimp & Inkscape)? Ga masalah!

Selama ini banyak yang bilang klo desain grafis itu enaknya pake Photoshop, Corel Draw, dan kawan-kawannya itu… Banyak desainer kita yang beranggapan bahwa aplikasi desain grafis berbasis open source belum dapat menghasilkan hasil desain yang bagus dan berkualitas.

Bukan berarti pendapat seperti ini salah, selama pakenya software original sih it’s ok lah, nah yang jadi masalah klo pakenya software bajakan, bisa-bisa berabe. Apalagi klo karya yang dihasilkan bukan sekedar dinikmati sendiri melainkan di jual. Ibaratnya, masa seh dapet untung segunung dari bikin tu desain tapi ga mau keluar duit buat beli lisensi. Medit amat jadi orang 😀

Klo ane yang di tanya apakah ada yang lebih bagus dari Photoshop? pastinya ane kan menjawab kira-kira kek gini, “Ya, tergantung… Mau pake tools apaan aja klo mang pada dasarnya ga punya jiwa seni ujung-ujungnya tetep aja hasilnya jelek.” Terbukti klo ane disuruh bikin desain gitu mo pake barang semahal apapun pasti hasilnya bakalan berantakan. Karena pada dasarnya bagus tidaknya suatu hasil karya tergantung dari siapa yang membuatnya, bukan tools yang digunakannya.

Buktinya pada saat FOSS-ID mengadakan lomba desain grafis menggunakan aplikasi Gimp & Inkscape, karya-karya yang dikirimkan bukan saja bagus-bagus malah banyak yang desainnya bener-bener profesional. Coba aja liat dari gambar-gambar kiriman para finalisnya di webnya FOSS-ID.

Bahkan dari tanya jawab dengan para pemenang lomba tersebut, M. Guruh Hanafi (Juara I), Adhicipta R. Wirawan (Juara II) & Rizal Arief Kurniawan (Juara III), mereka tidak hanya menggunakan aplikasi desain grafis untuk sekedar kebutuhan hobi, melainkan juga menggunakannya untuk kebutuhan profesional.

Berikut apa yang disampaikan oleh M. Guruh Hanafi pada saat ditanya bagaimana kesan & pesannya kepada temen-temen yang sampe saat ini masih pake bajakan. “Hare gene masih pake sopware bajakan?? Apa kata akherat?? pakelah sofware halal 100% & gratis 1000% (updet ampe kiamat)”

Ga jauh beda, Adhicipta R. Wirawan juga mengatakan hal yang kurang lebih sama, “Jangan Pernah Bangga Jika Berkarya dengan Software Bajakan!”. Bukannya om Adhicipta ni sok atau gimana, tapi yang jelas klo menurut ane apapun pasti ada kompensasinya, klo punya duit dan ga sayang buang duit buat beli lisensi ya monggo aja, tapi klo ga punya duit dah gitu ga mau capek-capek belajar ya kelaut aja.

Sedikit menambahkan komentar temen-temen pemenang lomba lainnya, om Rizal Arief Kurniawan mengatakan “Silahkan pake software bajakan kalo ingin hidupmu susah !”

Pemenang lomba desain poster dengan open source:
Juri yang melakukan penilaian:
1. Riswanto Ramelan (Asosiasi Desain Grafis Indonesia) 2. Caroline F Sunarto (Forum Desain Grafis Indonesia) 3. Diki . A (Creator Of “Chickenstrip”, http://www.chickenstrip.wordpress.com)

[simage=43,320,no,clear]
Bohlam Linux – M Guruh Hanafi
Juara I

[simage=44,320,no,clear]
Pahlawan Open Source – Adhicipta R Wirawan
Juara II

[simage=45,320,no,clear]
Mengapa Lisensi harus menjadi beban – Rizal Arief Kurniawan
Juara III

12 thoughts on “Desain Grafis pake Open Source (Gimp & Inkscape)? Ga masalah!

  1. free FONT Reply

    kalao program sprti dreamweaver di linux ada ga mas???

  2. bgung Reply

    @free: coba bluefish

  3. A. Hardiena Reply

    Untuk programming web berbasis GUI, bisa menggunakan BlueFish atau juga bisa menggunakan Kompozer

  4. handika Reply

    Masih bagus Adobe sih kalo GImp interfacenya kurang

  5. A. Hardiena Reply

    @handika, coba cek Gimp versi 2.7 keatas 😉

  6. Desainew Reply

    Saya harap artikel tentang desain grafis pakai open source semakin banyak…

  7. Iqbal Reply

    Mas hardiena, memang ketentuan atau persyaratan apabila kita ingin mengadakan lomba desain grafis tapi menggunakan Inkscape ataupun Gimp itu apa ya? apa yang membedakan nya sehingga hasil peserta yang dikirim ke panitia itu benar menggunakan opensource (Inkscape & Gimp).

    Regards.

  8. A. Hardiena Reply

    @iqbal, untuk Gimp bisa dipastikan peserta harus kirim dalam bentuk xcf dimana didalamnya masih berbentuk layer-layer imagenya.

  9. Ardo Reply

    Nah mas hardiena itukan kalau Gimp peserta harus kirim dalam bentuk xcf, kalau pakai inkscape peserta kirimnya dalam format apa mas?

    Regards.

  10. Wahyumy Hiemmaningsih Reply

    Selamat pagi bang semangat buat abang.
    Desain grfis biasa saya lbih senanf pakek photo shop. Apa yg paling bgus ?

    • A. Hardiena Reply

      Gimp sudah sangat mumpuni untuk menggantikan photoshop. Ada beberapa kekurangan, contoh: tidak ada CMYK tapi bisa diakalin dengan menambahkan plugins. Apabila interfacenya kurang familiar, bisa pasang ini https://github.com/doctormo/GimpPs

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *