Install aplikasi Linux secara masal? Ga masalah. Ansible jawabannya!

Pada saat kita dihadapkan dengan pilihan harus melakukan installasi secara berulang-ulang ataupun harus melakukan installasi aplikasi yang sama di banyak server, tentu hal ini merupakan hal yang menjemukan, bikin bete, boring, mumet dan lain sebagainya, You count it lah 😀 Bayangkan seandainya ente berada dalam posisi harus menginstall 50 atau 100 server sekaligus, apa ga mabok ***curcol mode =)) Sebenarnya ada cara yang mudah untuk melakukannya, tidak perlu melakukan installasi secara berulang-ulang, selama server sudah bisa di remote, masalah ente bakalan tuntas…tas..tas… Sayangnya ini ga berlaku untuk installasi OS (blom nemu solusi yang enak gimana) *** curcol lagi, hiks…. Mau…

NAS dan SAN? menggunakan network storage di Linux

Linux, men-treat tiap storage dengan berbeda-beda cara dan kadang pada saat storage di colok belum tentu nongol, ga ke detect? Ngga juga sebenarnya. Bukan ga kedetect, Alamiahnya hardware apapun klo di colok di Linux pasti kedetect, kecuali emang hardwarenya rusak ya, lain cerita. Problemnya adalah apakah kernelnya udah support atau belum, apakah modulnya sudah terinstall atau belum. Apakah kita sudah melakukan treatment dengan benar ataukah belum. Network Storage (NAS) Apa sih NAS? Klo mau dibilang versi simplenya NAS bisa dikatakan sebagai sebuah komputer yang didedikasikan sebagai tempat penyimpanan tok. Simple kan? Terus klo SMB atau NFS? SMB atau NFS adalah…

Cloud Server? Hmm… mahluk apaan tuh?

Cloud Server Sebelum di lanjut ke bahasan yang berkaitan dengan pemanfaatan Cloud Server, baiknya bahasan kli ini ane coba bahas dikit soal Cloud Server. Bukan pake bahasa teknis melainkan ane coba pake bahasa yang paling sederhana. Pake analogi mobil. Halah….. Karena terus terang sampe saat ini masih banyak pengguna yang masih salah kaprah tentang Cloud Server. Ambil contoh, saat ini masih cukup banyak pengguna Cloud Server yg memanfaatkan sebagai web server beranggapan Cloud Server sama dengan Web hosting. Mungkin ane bisa analogikan seperti ini. Tentu ente tau dong yg namanya On premise (Dedicated) dan juga Webhosting. Nah disini ane akan…

Mengakses Microsoft Exchange 2010 MAPI dari Linux

Saat ini interopabilitas antara Linux dengan Windows sudah cukup mumpuni, hampir tidak ada kendala berarti. Namun apabila kita sebagai pengguna Linux harus berada di lingkungan penggunaan Windows yang “Full Feature” dimana penggunaan Windows bukan sekedar pakai melainkan telah benar-benar di optimalisasi, ini bisa bikin kita sakit kepala. Contoh kasus paling mendasar adalah penggunaan email kantor, banyak perusahaan menggunakan Microsoft Exchange. Sebenarnya klo versi yang dipake adalah Microsoft Exchange 2007 kebawah masih cingcaylah, pake Evolution, setting dikit beres. Nah klo yang dipakenya Microsoft Exchange 2010 semua fasilitas POP3, IMAP dll dimatiin, dan yang di idupin cuma MAPI doang? Selamat garuk-garuk kepala…

Bikin server instant messaging kek OCS, YM atawa GTalk? Gampang

Siapa bilang bikin server instant messaging itu susah? bayangkan keuntungan dengan memiliki instant messaging sendiri seperti Office Communication Server, Yahoo Messenger, Skype ataupun Gtalk, kita bisa bikin rapat online dengan sesama rekan kerja tanpa harus tatap muka (video conference), tidak saja satu orang, tapi secara bersama-sama dan realtime. Instant messaging server yang mo kita install kali ini adalah Jabber (XMPP) dengan Interface Openfire. Sebelum melakukan installasi, pastikan port berikut ini dalam kondisi terbuka: 3478 – STUN Service (NAT connectivity) 3479 – STUN Service (NAT connectivity) 5222 – Client to Server (standard and encrypted) 5223 – Client to Server (legacy SSL…